Mindset Kotak Hitam

Rianto Astono
5 min readJul 21, 2023

Coba tebak: moda transportasi apa yang paling aman di dunia?

Tepat sekali. Pesawat terbang.

Meski terkesan penuh risiko karena bergerak dengan sangat cepat, terbang begitu tinggi melewati langit dan kumpulan awan yang acak serta tak ada kesempatan untuk lari, faktanya pesawat terbang merupakan moda transportasi paling aman di dunia.

Data dari IATA melaporkan terjadi 5 kecelakaan dari 32,2 juta penerbangan yang terjadi pada 2022.

Ini berarti “hanya” terjadi 1x kecelakaan untuk setiap 6,44 juta penerbangan secara rata-rata.

Sementara itu, risiko fatalitas industri penerbangan berada di angka 0,11 yang memberitahu jika setiap orang secara rata-rata perlu menaiki pesawat setiap hari selama 25,214 tahun untuk mengalami 100% kecelakaan fatal.

Mengapa pesawat terbang dapat begitu aman?

Rahasianya adalah Black Box, kotak hitam yang ada di setiap pesawat.

Saat sebuah insiden terjadi, kotak hitam akan segera dicari, diambil dengan cermat, dibuka dengan hati-hati untuk kemudian dianalisa dengan sangat teliti.

Semua masalah, prosedur dan kesalahan yang ditemukan lalu diperbaiki dan diterapkan pada penerbangan selanjutnya agar tidak terulang lagi.

Di artikel ini ini, kita akan membahas Mindset Kotak Hitam. Sebuah pendekatan tentang kemauan dan keuletan untuk menyelidiki pelajaran dari kegagalan yang terjadi. Saya akan menjelaskan mengapa kegagalan bukanlah sebuah ancaman melainkan salah satu elemen terpenting untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.

Dari Black Box, kita akan belajar bagaimana merespon kegagalan dengan membangun sistem dan pola pikir yang tepat.

Black Box Thinking

Black Box Thinking adalah sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Matthew Syed dalam bukunya yang berjudul sama, Black Box Thinking: Why Most People Never Learn from Their Mistakes, But Some Do.

Black Box Thinking membahas tentang bagaimana belajar dari kesalahan dan kegagalan dapat membantu seseorang untuk berkembang dan mencapai kesuksesan dalam hidup.

Di dalam buku diulas perbandingan antara 2 industri dengan pendekatan berbeda yang memberikan hasil yang bertolak belakang.

Kita sudah tahu jika industri penerbangan menghasilkan moda transportasi paling aman di dunia.

Sekarang coba tebak lagi: menurutmu, berapa banyak kesalahan yang terjadi di industri layanan kesehatan yang seharusnya dapat dicegah?

Jawabannya cukup mengejutkan.

Kita mungkin mengira jika kesalahan yang terjadi di industri penerbangan pasti jauh lebih banyak ketimbang layanan kesehatan.

Namun data mengungkap sebaliknya.

Dalam studi yang diterbitkan pada tahun 2013 di Journal of Patient Safety, disebutkan jika ada lebih dari 400.000 kasus kematian dini per tahun yang terkait dengan bahaya yang seharusnya dapat dicegah.

Jika dibandingkan dengan data dari industri penerbangan pada tahun yang sama, menurut Peter J. Pronovost, MD, profesor Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, salah satu dokter paling dihormati di dunia, maka jumlah tersebut setara dengan dua jet jumbo yang jatuh dari langit setiap dua puluh empat jam.

Faktanya, kesalahan medis yang dapat dicegah di rumah sakit adalah pembunuh terbesar ketiga di Amerika Serikat-setelah penyakit jantung dan kanker.

Pertanyaannya: mengapa itu bisa terjadi?

Jawabannya terletak pada perbedaan cara pendekatan antara industri penerbangan dan industri kesehatan dalam menangani kesalahan dan kegagalan.

Di industri penerbangan, setiap kecelakaan pesawat akan diinvestigasi secara rinci dan mendalam. Hasil investigasi tersebut kemudian digunakan untuk membuat perubahan pada sistem dan prosedur yang ada sehingga kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Perubahan yang dihasilkan dari investigasi kecelakaan tersebut juga akan dibagikan dan diterapkan oleh seluruh industri penerbangan secara global.

Sementara itu, di industri kesehatan, terdapat kecenderungan untuk menyembunyikan kesalahan dan kegagalan yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh adanya ketakutan akan tuntutan hukum dan kerugian finansial yang dapat timbul. Sebagai hasilnya, sistem kesehatan sering kali gagal belajar dari kesalahan dan terus mengulang kesalahan yang sama.

Tentu saja, salah satu hal mencolok yang membuat ini dapat terjadi adalah Kotak Hitam yang ada di setiap pesawat.

Kabar baiknya, konsep serupa juga dapat digunakan sebagai cara dan kerangka berpikir untuk menganalisis dan memperbaiki kesalahan yang kita lakukan untuk mengembangkan diri menjadi jauh lebih baik di masa depan.

Secara garis besar, konsep kotak hitam mengacu pada pendekatan yang terbuka dan transparan dalam mengevaluasi kesalahan dan kegagalan dimana setiap kesalahan dan kegagalan dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kinerja di masa depan.

Black Box Mindset

Tidak ada industri yang memikirkan kesalahan dengan lebih serius daripada industri penerbangan.

Namun tetap saja, potensi untuk melakukan kesalahan dapat terjadi kapan saja di masa depan.

Sebab bukankah memang tidak ada satu pun hal di dunia ini yang bebas dari kesalahan?

Siapa yang tidak pernah membuat kesalahan? Kita tidak sempurna.

Masalahnya bukan pada kesalahan yang dilakukan, tetapi bagaimana cara kita meresponnya.

Jika setiap kesalahan yang terjadi di industri penerbangan akan membuat penerbangan selanjutnya menjadi lebih aman, maka seharusnya setiap kesalahan yang kita lakukan akan membuat kita semakin matang.

Sayangnya, kita adalah kebalikan dari industri penerbangan.

Kita cenderung memiliki rasa takut dan malu ketika melakukan kesalahan. Budaya yang kita bangun adalah untuk sukses maka kita tidak boleh membuat kesalahan.

Di sekolah, semakin kecil kesalahan, semakin dekat kita dengan ranking satu. Semakin banyak kesalahan, semakin dekat kita ke juru kunci.

Akibatnya, kita tidak terbuka dalam mengakui dan belajar dari kesalahan. Kita bahkan sering mencoba menyalahkan orang lain atas kesalahan yang terjadi.

Kita lebih memilih untuk mencari solusi cepat dan mudah untuk menutupi kesalahan alih-alih melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi kesalahan

Padahal hanya ketika seseorang mengakui kesalahan dan mencari solusi dari kesalahannya, barulah ia dapat meningkatkan kinerjanya secara signifikan.

Jika kita tidak dapat menemukan langkah atau bagian mana yang salah, maka kita akan terus-menerus jatuh dalam kegagalan.

Untuk itulah kita membutuhkan sebuah kotak hitam.

Rolf Dobelli dalam bukunya The Art Of The Good Life memberikan sebuah tips sederhana untuk membuat Kotak Hitam, yakni dengan menulis hal-hal yang terlintas di dalam pikiran, termasuk asumsi, cara berpikir, dan kesimpulan saat kita mengambil sebuah keputusan penting.

Jika keputusan tersebut kemudian terbukti salah, kita dapat memperhatikan kembali catatan tersebut dan melakukan analisis tentang apa yang mengakibatkan kesalahan itu.

Setiap kesalahan yang dapat dijelaskan akan membuat hidup menjadi lebih baik.

Selain itu, untuk menghemat waktu dan meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi, tentu saja kita juga dapat belajar dari kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Kita dapat belajar dari kotak hitam milik orang lain yang didokumentasikan dengan baik.

So mulai sekarang, hadapi kegagalan atau kesalahan sebagai peluang untuk belajar dan memperbaiki diri.

Akui, pelajari dan jangan ulangi kembali.

Dengan melihatnya sebagai kotak hitam yang perlu dipecahkan untuk memahami penyebab dan faktor yang mempengaruhi sebuah kegagalan, maka kita dapat mengambil pelajaran penting dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah dan mencegah kesalahan yang sama di masa depan.

Bahkan keledai tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali. Tapi manusia memang sering mengulangi kesalahan yang sama berulang kali.

Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang keras kepala.

RA

Originally published at https://riantoastono.com.

--

--

Rianto Astono

an author, book obsessive, writing enthusiast, blogger. Internet marketer since 2004.